Sabtu, 21 Mei 2022

REEM


Pada checkpoint pertama
Antara Jordan dan Palestina
Tentara Israel bertanya
Tentang kewarganegaraanku

Hampir kuberteriak
"Ayo lihat aku! 
Katakan, apa yang kau lihat!"
Dari nadiku muncul batang zaitun
Tumbuh karena kemarahan
Kutunjukkan padanya gaun ibuku, yang 
Disulam dengan darah kakekku

*Puisinya masih panjang

Puisi ini menjadi pembuka di bab pertama yang berjudul "Cantik Palestina". 

Sebelum lanjut harap dimaklumi jika ada yang keliru. Karena saya mengasuh dan membaca novel ini secara keseluruhan 3,5 tahun yang lalu. 2 tahun kemudian penulis memberikan saya hadiah novel ini langsung. Saya baca ulang sekilas dan di hari hari saya berbagi spoiler di instagram, saya juga membacanya lagi, ya tapi lompat lompat :v 

Latar novel ini adalah Maroko. Sungguh novel yang padat for me, font yang penerbit pilih juga menambah kepadatan novel ini saat saya baca. Muatan sejarahnya banyak dan seperti biasa, kita akan merasa sedang berada di lokasi dalam novel karena bahasa penulis favorite saya ini memang selalu membuat kita merasa menjadi tokohnya! Novel-novel Bunda Sinta memang begitu, kental muatan psiokologi. Karena beliau seorang psikolog. 

Reem kehilangan Ibunya karena berjuang di Palestina. Ibu Reem berdarah Indonesia. Dua point penting, Indonesia dan Palestina. Dua tempat yang menjadi traumatisme yg mendalam bagi Ayah Reem, atau Baba, Reem memanggil beliau. Itulah sebabnya Kasim ditolak mentah mentah. Tapi Reem ga gitu mikirnya, meski dia juga sedih kehilangan Ibunya. Dia bilang, Indonesia dan Palestina itu sahabat, Baba.. 
Huhu Reem, ini bukan soal politik, ini soal hati :) 

Kendati Reem digambarkan sebagai gadis penghafal Qur'an palestina, berjiwa sosial, berpendidkan, sholehah, bernasab baik, tidak ada yang sempurna di dunia ini pemirsa. Reem punya sebuah kekurangan. Kekurangan yang menyakitkan. Kekurangan yang membuatnya ingin menjauh dari pria pujaan hatinya, Kasim. 

Dan ternyata Babanya Reem sudah punya calon suami untuk Reem, seorang dokter. Jauh banget dari Kasim yang baru aja lulus S2, belum punya kerjaan tetap Kasim, duh :(((  Skakmat ya. Dah ga direstui kalah pula dari saingan. Tapi Kasim ni sholehnya udah jelas. Cuma ya, hidup ini keras :D Reem juga berpikir keras, pilih cinta dan masa depan atau bakti pada orang tua :) 

Apakah akhirnya Kasim dan Reem bersama atau malah maut duluan yang membersamai?  Gimana ceritanya Kasim sampe bisa dateng lagi ke Maroko dan menemui Reem. Terus Bibinya Reem yang dulu dingin ke Kasim, tiba tiba bersikap hangat. Apakah Baba Reem juga begitu? Apakah mereka mulai menerima Kasim? Tapi kan, Baba dah punya calon pilihan :(

Nantilah ya, baca sampe akhir. Ini tebelnya 350 halaman. Siap siap ketemu tempat dan kosa kata asing, siap siap muterin sejarah, siap siap ikut sedih atas penggambaran kondisi palestina, siap siap juga baper karena kamu mungkin mengalami yang dialami Kasim atau Reem. 

Masih banyak kisah dinovel ini, tapi saya hanya memotret apa yang saya mau (hehe). Menurut saya, ini novel yang bagus, manis, layak, berkelas, dan keren banget I love you Bunda Sinta Yudisia ♥

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pelajaran penting dari novel ini : 
1. Bersyukurlah lagi tinggal di Indonesia, masih aman, ga ada peluru atau bom tiba tiba.
2. Jangan lupa do'ain saudara kita di Palestina. Kalo ga bisa do'a minimal diem, jan ikutan ngejudge mereka bilang kalo itu cuma konflik a b c d. 
3. Novel ini mengajarkan pola interaksi yang sehat antara laki-laki dan perempuan. Keren banget nanti baca ya yang lagi jomblo biar ga gampang baper dan bermurah kepada lawan jenis.
4. Reem bikin minder karena sholeh banget astaga, rajin murojaah pulak~ 
5. Berbakti pada orang tua, jangan kawin lari demi cinta sama laki laki yang baru lo kenal kemarin sore! 
6. Jodoh dan maut berposisi sama. Rahasia Allah pake banget. Jadi buat singlelillah tolong jan lupa siapin mati juga ya disamping siapin diri buat dia. Kita ga tau kapan Izrail menyapa. 
7. Banyaklah. Baca ya! 

Bye!
Selamat membaca! 
Semoga novel yang empunya blog rekomendasikan kali ini bermanfaat :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar