Kamis, 14 Mei 2020

Review 'Polaris Fukuoka'


Bersenyap-senyaplah ketika memulai. Bersunyi-sunyilah ketika melangkah. Berhati-hatilah ketika berbicara dan bertindak. Dan, biarkan dunia suatu saat tahu, seperti apa proses panjang yang berhak mendapatkan hasil fenomenal dan spektakuler.

Itulah fugen-jikkou, prinsip hidup Om Hanif yg dilafalkan Sofia. 
Sofia, nama itulah yang menjadi tokoh utama dalam novel Mba Sinta kali ini. Dari judulnya, sudah bisa ditebak kita akan berkelana ke negeri sakura, negeri matahari terbit, Jepang. Tepatnya di Fukuoka, tempat apartemen Om Hanif yg belakangan tinggal bersama Sofia. 

Sofia sejak lahir tak pernah mengenal Ayahnya, ketika beranjak dewasa pun Mama meninggalkannya karena penyakit berat. Dulu di rumah, hanya ada perempuan, Nenek. Tante Nanda. Mama. Sofia. Tidak pernah ada kehadiran laki-laki. Dulu ada, Kakeknya. Tapi entah pergi kemana meninggalkan keluarga. Om Hanif juga pergi, meninggalkan segudang masalah di keluarga mereka. Pergi jauh ke Jepang. Keputusan itu disesalkan semua orang. Kemudian Ayah Sofia, yang telah meninggalkan ia dan Mamanya, demi itu Sofia harus mendapatkan olokan dari teman semasa sekolahnya sebagai 'anak haram' . Walau itu tak benar, tapi cukuo menusuk bagi Sofia. 

Sofia kuliah di universitas khusus perempuan. Dia bekerja pula di toko bunga Om Hanif. Dari sanalah fia mengenal sosok Isao. Namun belum lama mereka berteman, itu pun pertemanan yg sunyi karena Isao sosok yg sedikit berbicara, Isao meninggal karena bunuh diri. Apa sebabnya? Sofia akan menjelaskannya padamu.

Kepergian Isao kini digantikan oleh sosok Tatsuo yang mengaku sebagai teman dekat Isao dan Nozomi, adik Isao. Hidup Isao dan Nozomi jauh dari kata susah, mereka keluarga kaya dan terpandang. Tapi entah apa yang membuat keduanya sama-sama memiliki semangat hidup yg maju-mundur. Bahkan Isao memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Kini Nozomi pun berusaha melakukan hal yang sama. Namum kehadiran Sofia membuat semuanya jadi berbeda. Nah apa yang dilakukan Sofia? Itulah letak kehebatan karakter tokoh Sofia bagi saya. 

Selain itu Sofia merupakan tokoh yang berani, berani menolong orang lain yang kesusahan, berani mengambil resiko kuliah di Jepang dimana hanya ada Paman yang dia kenal. Sofia kadang terlampau dewasa untuk seusianya. Dia cerdas, hanya begitu lambat menyadari betapa berharganya dia. 

Novel ini tentang keluarga yang telah hancur. Tentang tak pernah mengenal sosok Ayah. Tentang perantauan di negeri orang dengan tradisi yang jauh berbeda. Tentang pengorbanan. Persahabatan. Prinsip. Serta kehidupan spritual yang mengingatkan kita akan banyak hal yg sering terlupa dalam hidup. 

Novel ini penuh kosa kata Jepang yang kadang membuat pembaca kurang paham. Beberapa disertakan dengan artinya, beberapa tidak. Tapi tetep keren. Penulis, Mba Sinta Yudisia mengajak saya berpetualang ke negeri sakura dan pegunungan aso ^^ 

Itu yang ingin aku bagi, selamat membaca. 
Thanks to iPusnas :) 

Minggu, 10 Mei 2020

Review 'Heartwarming Chocolate'


Feels like taking a path to heaven
Begitulah semboyan kedai Marzipan, yang mempersembahkan sajian coklat terenak yang pernah ada versi Viola dan lingkungan sekitarnya. Kisah dalam novel ini dimulai justru ketika kedai itu tutup untuk selamanya karena alasan pemilik kedai akan pindah ke Inggris, Bu Elisa. Informasi ini didapat dari hasil kunjungan Viola dan Auden langsung ke rumah pemilik kedai sebagai, sebutlah semacam protes. Nah dari sinilah Viola dan Auden mulai akrab. Setelah sebelumnya mereka terlibat drama 'rebutan coklat marzipan'. 

Viola. Tokoh utama yang tinggal berdua saja dengan adiknya Olav. Orang tua mereka telah bercerai karena alasan terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. Maksudnya begini, mereka sama-sama jarang di rumah dan jarang bertemu keluarga jarang berkumpul bersama, jadi menurut mereka buat apa menjalani relasi seperti itu? Toh sama seperti tak ada relasi, mereka putuskan bercerai. Viola dan Olav ngga akur, tapi mereka terlihat saling melindungi dan menyayangi. Viola sudah sejak kecil menjadi penggila coklat marzipan. 

Berbeda dengan Auden. Terpisah dengan Reagen, sudah sejak adiknya ini meninggalkan Indonesia untuk SMA di luar negeri. Orang tua mereka sudah tiada. Diyakini meninggalnya mereka karena kesalhan Reagen (ini versi Reagen sendiri) , makanya dia saking merasa bersalahnya sampai harus meninggalkan rumah. Tapi menurut Auden tidak, itu memang musibah dan kecelakaan murni. Hubungan mereka renggang karena perpisahan ini. Auden tidak pernah setuju Reagen pergi, so dia marah sampai dua tahun mendiamkan adiknya. Surel-surel Reagen tak pernah dibalasnya. Nah, coklat marzipan adalah salah satu kenangan indah Auden bersama Reagen, itulah kenapa dia mengidolakan coklat tersebut. 

Auden tiga tahun di bawah Viola, so Auden masih kuliah, sedangkan Viola sudah bekerja di Angelir's Shoes sebagai desainer sepatu. Mereka berkenalan sejak Auden mengajak Viola menanyakan kepada pemilik Marzipan mengapa kedai itu tutup.  Oh iya, pemilik Marzipaan adalah sahabat baik Ibunya Auden. Namun siapa sangka mereka justru diminta membuat coklatnya sendiri, karena Marzipan tidak akan pernah buka lagi. Bu Elisa bersedia menerima konsultasi mereka setiap minggu, sebulan sebelum kepindahan beliau. Nah momen inilah yang mendekatkan keduanya. 

Sering bersama membeli coklat, saling mengkontak hanya untuk membicarakan coklat, pergi ke rumah Bu Elisa bersama, kadang berboncengan kadang Viola naik angkot sendiri, dan lambat laun Bu Elisa membuka sedikit demi sedikit fakta tentang Auden. Mungkin memang benar ya, sering bersama akan menjadi kebiasaan untuk tidak lengkap tanpa kehadiran salah satunya, lambat laun itulah yang menimbulkan rasa cinta. Itu pula yang terjadi diantara mereka berdua. Saling jatuh cinta. 

Tapi benarkah Viola jatuh cinta pada Auden? Dia yang sebelumnya tak pernah mengenal cinta, tiba-tiba selalu tersenyum setiap Auden menelpon dan merasa bahagia setiap pertemuan mereka. Apakah Auden tertarik pada Viola? Mengingat Viola lebih tua darinya dan, Viola pun mulai ikut campur urusan pribadinya dengan Reagen. 

Masih banyak selipan kisah lainnya, yang akan memberikan suguhan pengalaman dan pelajaran untuk kita semua. Novel ini tidak lebih dari 300 halaman. Tapi cukup hangat. Sehangat coklat yang Viola ciptakan. 

Penasaran akan kisah cinta mereka? Dan darimana datangnya nama 'heartwarming coklat' . itu bukan sekedar judul loh ya, tapi hadir melalui perjalanan mereka berkesperimen coklat berpuluh-puluh kali. Apakah heartwarming coklat sudah setara dengan rasa coklag Marzipan idola mereka? 

Lets read it! 
Btw aku suka covernya, manis :) 
Lagi-lagi thanks to iPusnas ! 

Senin, 04 Mei 2020

Review 'the life-changing magic tidying up'


Kali ini aku bakal review buku non-fiksi :) 
Jadi buku ini ditulis oleh Marie Kondo, dari namanya mah ketebak ya, orang Jepang. 

Buku tentang seni berbenah atau beres-beres dan metode merapikan ala jepang. Kok bisa ya, hal begini pun ada metodenya. Hohoh. Jangan salah. Buku ini akan membuka mata kepala dan mata hati kalian yang memiliki tempat tinggal. Betapa sebuah rumah itu perlu hanya diisi dengan barang yang 'menggembirakan hati setiap melihatnya' . Itu salah satu motivasi yg digaungkan dalam buku ini untuk membuat kalian mematuhi dua prinsip dalam berbenah rumah : 

1. Membuang barang dengan tuntas
2. Menyimpan barang 

Mengapa membuang barang yang sudah tidak diperlukan itu penting. Karena jangan-jangan rumah kita penuh dengan barang tersebut sehingga terus terlihat sesak dan tidak rapi. Ini membuat kegiatan berbenah kita tak pernah selesai. 
Menyimpan atau merapikan barang pun tak asal. Kenapa? Karena kalau metode yg kalian gunakan salah, bisa bisa setiap kali menyentuh barang tersebut, ruangan anda mulai kacau balau. Nah, agar itu tak terjadi , metode kon marie punya cara yg jitu agar barang kalian gampang diambil, gampang ditata kembali, serta tak akan membuat kalian berbenah terus terusan. 

Buku ini sangat bermanfaat terutama untuk para perempuan yg memang identik akan menjadi ibu rumah tangga dan tidak akan pernah lepas dari kegiatan beres beres atau berbenah rumah serta merapikan barang-barang. Sangat direkomendasikan! 

See you, keknya terlalu banyak point penting dalam buku ini yang ngga mau aku share. Biar kalian baca sendiri dan sadar sendiri. Karena dari buku soal berbenah ini, akan andil merubah hidupmu! Percaya ga percaya. Buktikan sendiri^^ 

Jumat, 01 Mei 2020

Review 'The Strawberry Surprise'


"Pernahkah kamu mengunyah buah stroberi? Berhadap stroberi yang merah cerah itu manis sekali. Tapi ternyata asam luar biasa. Lalu kamu mencoba stroberi berikutnya berharap kali ini kami lebih beruntung. Bagaimana? Bagaimana kamu bisa tau, bahwa cinta yang berikutya akan membawamu pada kehidupan yang lebih manis."

 S U R P R I S E ! 
Thanks to Mba Desi Puspitasari yang sudah menghadirkan novel sehangat ini. Cerita yang sebenarnya sangat menarik. 

Aggi dan Timur. Mereka sama-sama seorang seniman, fotografer, sibuk. Aggi di Yogyakarta, Timur di Bandung. Oh iya, Timur memainkan saksofon dengan indah. Mereka bertemu disebuh pameran seni yang juga menggelar musik jazz. Waktu itu Timur memainkan saksofonnya, laku Aggi memotret candid Timur dengan begitu indah. 

Terpisah Yogyakarta - Bandung dengan kesibukan seorang seniman membuat Aggi mengatakan hubungan mereka itu, relasi spesial yang kosong. Akhirnya Aggi memutuskan berpisah. Aggi bilang 'nanti kalau dalam lima tahun kamu tidak punya pacar, aku tidak punya pacar, kita coba lagi. Itu pun kalo kamu masih denger suara tawaku'. 

Lima tahun itu datang. Tawa Aggi masih terdengar di telinga Timur. Dia mengirim sebuah buku 'Kisah Mata' karya Seno Gumira Ajidarma ke Yogyakarta dengan nama Peter (nama bosnya Timur). Tentu saja Aggi bingung. Siapa ini? Darimana dia tau alamat Aggi? Sementara Aggi tidak punya teman bernama Peter di Bandung. Tapi setelah lama berpikir, Aggi sepertinya tau. Lewat Mba Anita dia bertanya adakah orang yang menghubunginya menanyakan alamat? Mba Anita menjawab Ya. Mba Anita menyarankan agar Aggi membaca buku itu di Amfiteater. Suasana di sana bagus untuk membaca buku. Huhuh. Ternyata itu pesnana Timur, dia akan datang ke Yogyakarta dengan cara yg berbeda. Kejutan! 

Mereka bertemu. Dari pertemuan pertama, kedua, ketiga, setiap sekali seminggu atau dua kali seminggu. Timur menawarkan cinta itu kembali pada Aggi. Timur menempuh Bandung-Yogyakarta setiap minggu. Datang pagi pulang malam. Begitu terus. Hanya demi menemui Aggi. Hingga akhirnya, Timur melamar Aggi. Hanya dengan 'menikah, yuk' tanpa sesuatu apa pun yang romantis. Dikatakan dengan ringan tanpa beban.  Aggi menolak. Meski begitu Timur tetap berusaha. Tetap menemui Aggi setiap minggu menempuh berjam jam perjlanan dengan kereta. (Manis sekali♥) 

Tapi dengan pola seperti itu Timur jatuh sakit. Dia kelelahan. Aggi datang ke Bandung menemuinya. Lalu Aggi meminta Timur menawarkan sekali lagi ajakan menikah itu, karena Aggi akan menjawab ya.

Mereka menikah.

Sejujurnya ngga sesederhana yang aku ceritakan si. Ceritanya masih panjang. Masih ada mantan Timur yang mencintainya. Masih  ada cerita-cerita Aggi dengan bermacam laki laki selama lima tahun berpisah dengan Timur.  Masih ada trik fotografi yg diselipkan dalam novel ini, dan itu keren banget. 

This is love flavour, strawberry^^ 

Thanks to iPusnas :)