Bersenyap-senyaplah ketika memulai. Bersunyi-sunyilah ketika melangkah. Berhati-hatilah ketika berbicara dan bertindak. Dan, biarkan dunia suatu saat tahu, seperti apa proses panjang yang berhak mendapatkan hasil fenomenal dan spektakuler.
Itulah fugen-jikkou, prinsip hidup Om Hanif yg dilafalkan Sofia.
Sofia, nama itulah yang menjadi tokoh utama dalam novel Mba Sinta kali ini. Dari judulnya, sudah bisa ditebak kita akan berkelana ke negeri sakura, negeri matahari terbit, Jepang. Tepatnya di Fukuoka, tempat apartemen Om Hanif yg belakangan tinggal bersama Sofia.
Sofia sejak lahir tak pernah mengenal Ayahnya, ketika beranjak dewasa pun Mama meninggalkannya karena penyakit berat. Dulu di rumah, hanya ada perempuan, Nenek. Tante Nanda. Mama. Sofia. Tidak pernah ada kehadiran laki-laki. Dulu ada, Kakeknya. Tapi entah pergi kemana meninggalkan keluarga. Om Hanif juga pergi, meninggalkan segudang masalah di keluarga mereka. Pergi jauh ke Jepang. Keputusan itu disesalkan semua orang. Kemudian Ayah Sofia, yang telah meninggalkan ia dan Mamanya, demi itu Sofia harus mendapatkan olokan dari teman semasa sekolahnya sebagai 'anak haram' . Walau itu tak benar, tapi cukuo menusuk bagi Sofia.
Sofia kuliah di universitas khusus perempuan. Dia bekerja pula di toko bunga Om Hanif. Dari sanalah fia mengenal sosok Isao. Namun belum lama mereka berteman, itu pun pertemanan yg sunyi karena Isao sosok yg sedikit berbicara, Isao meninggal karena bunuh diri. Apa sebabnya? Sofia akan menjelaskannya padamu.
Kepergian Isao kini digantikan oleh sosok Tatsuo yang mengaku sebagai teman dekat Isao dan Nozomi, adik Isao. Hidup Isao dan Nozomi jauh dari kata susah, mereka keluarga kaya dan terpandang. Tapi entah apa yang membuat keduanya sama-sama memiliki semangat hidup yg maju-mundur. Bahkan Isao memilih mengakhiri hidupnya sendiri. Kini Nozomi pun berusaha melakukan hal yang sama. Namum kehadiran Sofia membuat semuanya jadi berbeda. Nah apa yang dilakukan Sofia? Itulah letak kehebatan karakter tokoh Sofia bagi saya.
Selain itu Sofia merupakan tokoh yang berani, berani menolong orang lain yang kesusahan, berani mengambil resiko kuliah di Jepang dimana hanya ada Paman yang dia kenal. Sofia kadang terlampau dewasa untuk seusianya. Dia cerdas, hanya begitu lambat menyadari betapa berharganya dia.
Novel ini tentang keluarga yang telah hancur. Tentang tak pernah mengenal sosok Ayah. Tentang perantauan di negeri orang dengan tradisi yang jauh berbeda. Tentang pengorbanan. Persahabatan. Prinsip. Serta kehidupan spritual yang mengingatkan kita akan banyak hal yg sering terlupa dalam hidup.
Novel ini penuh kosa kata Jepang yang kadang membuat pembaca kurang paham. Beberapa disertakan dengan artinya, beberapa tidak. Tapi tetep keren. Penulis, Mba Sinta Yudisia mengajak saya berpetualang ke negeri sakura dan pegunungan aso ^^
Itu yang ingin aku bagi, selamat membaca.
Thanks to iPusnas :)