![]() | |
| Love Sparks in Korea |
Judul
Buku : Love Sparks in Korea
Pengarang : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House
Cetakan : Keenam belas, Mei 2016
Harga
Buku : Rp64.500,-
Rania Timur Samudra hanya ingin
menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi,
si Jilbab Traveler tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang
menakjubkan dan terkadang menikam emois, tapi jejak itu juga membayang pada
laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih.
“Ällah,
jangan biarkan perasaannya kian dalam kepada wajah tenang yang selalu tersenyum
setiap membidikkan lensa ke arahnya” (hal.6)
Pada sisi lain seorang lelaki yang
menjadi teman lama Rania, juga menawarkan ‘pesona keindahan’. Lelaki itu
berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi
keinginan-keinginannya.
“buatmu
: telah kuarungi tujuh samudra mimpi, telah kujelajah tujuh benua
angan-angan”(hal 299)
--------------------------------------
Novel
ini bercerita tentang Rania, seorang Jilbab Traveler, penulis sekaligus
pencinta fotografi. Rania sudah menjelajah puluhan Negara dan ratusan kota di
dunia. Suatu ketika Rania lolos seleksi mengikuti event kepenulisan di Korea
selama 6 bulan. Meskipun Rania sempat takut untuk terbang lagi karena kejadian
yang menimpa keluarganya, namun akhirnya Rania tiba di Seoul.
Di
sana Rania kembali bertemu dengan pemuda korea yang sebelumnya pernah
menyelamatkan ranselnya di India, Heun Geun. Pemuda yang berpenampilan
ugal-ugalan namun ketulusan selalu terpancar dari matanya. Beberapa kali pemuda
itu membuat rencana pertemuan dengan Rania, tapi selalu berusaha digagalkan
Jeong Hwa, putri bos Heun Geun yang menyukainya.
Heun
Geun ternyata suka pada Rania, dan Rania diam-diam juga merasakan debar setiap
kali menerima email Heun Geun. Namun disisi yang lain ada Ilhan, tetangga Rania
yang selalu sempat menatap jendela kamar Rania setiap melewati rumahnya. Ilhan
mencintai Rania, namun Rania hanya menganggapnya sebagai teman. Hingga Ilhan
akhirnya berani menyatakan cintanya dengan menyusul Rania ke Korea. Sebelumnya
Ilhan tidak suka terbang, karena terbang telah merenggut nyawa Ibunya.
“bukan secangkir kopi apalagi
ucapan seremoni,tapi cinta yang membawaku terbang tinggi”(hal.243)
Trauma,
namun demi cinta, Ilhan memberanikan diri. Disaat yang sama Heun Geun menyusul Rania ke
bukit tertinggi Hwangryeosan, juga untuk menjemput bidadarinya.
“jemputlah bidadarimu, sebelum
Tuhan menutup pintunya”(hal.334)
Novel ini benar-benar memberikan
motivasi untuk kita tidak berputus asa akan rahmat Allah. Saya suka tokoh Rania
yang selalu memegang teguh aturan islam. Rania juga memberikan inspirasi
berpenampilan sederhana namun tetap menarik kepada para muslimah. Para jilbab
traveler dan pencinta photografi saya rekomendasikan membaca novel ini. Karena
berbagai tips akan didapatkan. Dan, tentu saja yang paling menarik adalah Rania
mengajarkan cara memperlakukan cinta dengan bijak untuk muslimah yang sedang
jatuh cinta.



