Senin, 01 Agustus 2022

Novel Some Kind of Wonderful

Kekuatan bukan dinilai dari seberapa sedikit air mata yang diteteskan, atau dari seberapa banyak kau pernah goyah. Kekuatan ada pada diri orang-orang yg tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yg ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyuman mereka yg bersedih, dari orang-orang yg telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan.

-Enrico, 303-

Sebuah novel tentang menemukan, kehilangan, dan menemukan kembali. 

Liam, berasal dari keluarga kaya di Jakarta dan Rory, gadis musik yg lahir di Bandung. Mereka tinggal di Sydne.

Liam meninggalkan Jakarta, sebenarnya, hanya karena satu alasan, cintanya bertepuk sebelah tangah. Gadis yg telah menjadi sahabatnya sejak kecil, Wendy, anak dari pesuruh Ayah Liam, akan menikah dengan adik tiri Liam, Williem. Sementara alasan yang diutarakan pada semua orang adalah Liam ingin mencari Ibu kandungnya di Sydne dan ingin meraih mimpinya sebagai Chef. Keputusan ini ditentang keras oleh keluarga Sutidjawan, termasuk Wendy. 

Tapi Liam tetap pergi. Liam memulai hidup dari nol di Sydne, luntang lantung mencari pekerjaan di sana sini sampai akhirnya menjadi Chef terkenal yg mempunyai program Liam Cook's ditelevisi. 

Sementara Rory, gadis yg berada di Sydne untuk kuliah jurusan musik. Menikah dengan Jay, pria jurusan geografi dan memiliki anak bernama Ruben. Keluarga Rory tidak menyetujui pernikahan ini sehingga Rory tak lagi dianggap sebagai keluarga oleh keluarganya. 

Suatu hari Rory akhirnya seperti kehilangan segalanya. Jay dan Ruben meninggal karena ditusuk oleh pria gangguan mental di tengah perjalanan menuju konser Rory. Sejak saat itu, Rory tak lagi punya gairah hidup. 

-----

Ada 360 halaman dalam novel ini. Rupanya novel digital paling tebal yg saya baca di depan ponsel. Cukup menguras emosi. Dua tokoh utama yg sama-sama mengalami kehilangan. Diceritakan dengan hangat oleh penulis. Seperti biasa, Winna memberikan banyak pesan-pesan kecil dalam setiap novelnya. Ini novel ketiga Winna yg saya baca. 

Banyak kejadian dalam novel ini, namun yg membuat saya terharu adalah cara Liam dan Rory berusaha bangkit dari kehilangan, cara mereka terus teringat akan kenangan, dan cara mereka tetap hidup meski bersama luka yg terus menganga bertahun-tahun. 

Ya, betul, kita mungkin bisa pura-pura biasa saja saat hari kita tersakiti terulang, dalam hal ini hari-hari ulang tahun anak dan suami Rory atau hari kepergian mereka. Tapi bagaimana kita bisa lari dari kenangan-kenangan kecil yg datang begitu saja kapan saja yg bisa melinangkan air mata. 

Jadi? Bagaimana keduanya bisa bangkit? Apakah dengan Rory menikah lagi? Apakah Liam berniat menggagalkan pernikahan Wendy? No. 

Just it.
Selamat membaca. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar