Rabu, 16 Mei 2018

Review Novel A Cup of Tarapuccino

gambar by goodreads
Secangkir Cinta, Rincu dan Harapan

                Ada seseorang dari masa lalu. Sesosok maya, yang tak pernah sekalipun ia lihat atau temui paras wujudnya, namun hampir saja menjadi bagian terpenting dari hari-harinya. Sosok yang menggetarkan hatinya. Sosok yang hampir saja mengisi cangkir hatinya dengan cinta, rindu, juga harapan.

                “Saat pertama kali melihatnya, kau akan merasa seolah melihat sebuah peach, dengan warna kulitnya yang cantik, membuat orang pasti tak tahan untuk mengupasnya, dan ini di dalamnya juga tak kalah mempesona. Tapi disaat kau memakannya, pertama-tama kau akan terkejut akan rasa asamnya yang sangat, tapi saat kau terus mengunyahnya, kau akan merasakan rasa dan sensasi yang luar biasa, sensasi rasa yang elegan, yang membuat kau tak akan bisa melupakannya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah menikmati The Coffee Memory, saya juga tertarik melahap A Cuf of Tarapuccino, yang tentu saja sama-sama bertemakan kopi.
Oke, ini novel hasil duet sastranya Riawani Elyta dengan Rika Y. Sari. Buku kedua Riawai yang say abaca. Yang menceritakan seorang Tara dengan usaha Bread Time Bakery-nya.

Membaca novel ini seperti mendapatkan langsung wejangan pengetahuan seputar coffee dan roti. Saya jadi berpikir, betapa special seorang baker dan barista. Ditambah lagi usaha café Bread Time yang dibangun Tara benar-benar menjadi inspirasi. Kadang-kadang saya curiga, jangan-jangan nih café emang beneran ada di Batam sana. Oh iya, latar cerita ini adalah Kota Batam. Mendeskripsikan dengan detail kota Batam, seperti komentar Mbak Asri I. tentang novel ini. 

Gimana? Menurut saya storytellingnya agak datar. Itu sebabnya, saya jadi agak lama nyelsein 300 halamannya. Walaupun serius, konfliknya cerdas! Asli bikin kepo. Terutama siapa sih sebenernya dibalik ‘kekacauan’ diantara para tokoh. Siapa sih? Gadis peach itu? Sempet nebak-nebak, tpi takut salah :D
Novel ini tetep bagus. Inspiratif. 

Selamat membaca. Menyelam di dunia baker!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar