Kamis, 04 Agustus 2022

Novel I Love View

Sebuah kisah yang membawa kita menyusuri keindahan wisata tanah Malaysia dan sedikit menyusuri Singapura juga. Tapi kali ini saya ngga mau review. Hanya ingin mengutip kata-kata manisnya saja. 

People who live, see much. But people who travel, see more.
-halaman 6

"Hilyah, apa bedanya antara menghindari masalah dengan lari dari masalah?"
Kamu tahu kamu mungkin bisa menyelesaikan masalah itu, dan bisa juga gagal. Tapi kamu memilih untuk tidak melewatinya. Itu namanya menghindar. Lari dari masalah itu lebih simple. Kamu tidak mau masalah itu selesai. Itu bukan sikap kesatria. 
-halaman 132

Terkadang, ada hal-hal baik yang terhalang jalannya karena kita menutup pintu-pintu lainnya. Pintu maaf. Pintu silaturrahmi. Jangan sampai jalan itu terlalu lama menunggumu. Kalau terlalu lama, jalan itu akan tertutup belukar, semakin menyemak, dan tak beraturan. Nanti, saat gerbang ke sana terbuka, kamu harus susah payah menyingkirkan segala rintangan terlebih dahulu untuk bisa berjalan di sana.
-Hilyah, halaman 146

Seseorang sedang sendirian melewati jalan gelap, dengan hanya berbekal senter yang samar.  Di perjalanan itu dia berjumpa dengan seseorang yang sedang berupaya melewati jalan yang sama, juga dengan membawa senter yang samar. Maka yang terbaik bagi mereka tentu saja adalah melewati jalan itu bersama-sama. Satu senter yang sama, ditambah satu senter yang sama lainnya, akan membuat jalan lebih terang.
-Seon, halaman 179

Terkadang manusia butuh motivasi eksternal untuk memutuskan sesuatu. Tapi tetap saja, motivasi internal dari dalam jiwanyalah yang bisa memantapkannya, mengikhlaskannya dalam menjalani keputusan itu. Begitu juga hijrah.

Man proposes, God disposes. Seperti kalian yang bertahun-tahun menjalani hubungan, tapi Allah-lah yang memutuskan apakah kalian bersama hingga akhirnya. Ternyata, takdir Allah berbeda dari apa yang kalian jalani dan upayakan. Tapi yakinlah, setiap kehilangan akah ada gantinya. Asal kita mau memperbaiki diri, Ia tak akan enggan memberi ganti, bahkan mungkin yang lebih baik.
-Hilyah, halaman 198

Tanyakanlah pada hatimu yang terdalam. Jangan lupa, konfirmasikan ke Allah. Karena sebetulnya, yakin dan mantap itu sumbernya adalah konfirmasi Allah.
-Hilyah, halaman 199

---------
Selamat membaca ya, hanya 232 halaman :)

Novel Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing

“Mbak, saya pesan sop kaki kambing sama nasi. Jangan lupa cabe rawit yang banyak, terus dikasih acar timun. Minumnya es teh dua gelas sama es batu yang banyak. Jangan gede-gede es batunya. Terus minta kerupuk kulit satu bungkus. Oh, ada empek-empek kan, Mbak? Waktu dulu saya ke sini ada soalnya.”
brrr. Kwek, kwek, kwek.

Si mbak tampak mencatat dengan tergesa sambil mengangguk.
“Mbak, Mbak, saya minta pergedel dua potong.”
Astaga. Ini beneran dia punya peliharaan naga di perutnya kali ya.

-------
Jadi ini kisah cinta segitiganya Neng Steph, Awy dan Gandhi.

Steph ini tadinya patah hati banget karena abis ditinggal nikah sama bosnya! Terus dikasi undangannya secara langsung pulak! Hahaha~ 

Jadilah dia susah move on sampe bertahun-tahun lamanya. Nah sampe suatu hari ada yang menyatakan cintanya ke Stpeh, dialah Awy, cowo Betawi. Tapiiii awalnya si Awy ini niatnya nyari Stpeh (temen TK :v dah ngakak banget jauh amat yah) buat dijodohin sama sahabatnya yang punya resto sop kaki kambing, Gandhi. Entah gimana ceritanya, Awy kok tetiba malah dia jatuh cinta sama sahabat lamanya ini. Akhirnya Awy deh yg nembak Steph duluan, maksudnya ngasi kode ajakan nikah, bukan pacaran. 

Tapi Steph ternyata ngga punya perasaan apa-apa pemirsa, sama si Awy. Dia malah justru lebih merasa cocok sama Gandhi. Kata Steph, dia membunyikan lonceng kecil dihatiku. Huaaa haha. 

Dan ternyata kalo emang bukan jodoh, itu banyak halangannya kali ya. Awy ini ngga disetujuin orang tuanya sama si Steph. Kenapa? Alasannya karena Stpeh bule Sunda-Jerman meskipun muslim. Nah ini ada alasan sejarah di belakangnya. Dimasa lalu ada hubungan tidak baik antara keluarga Stpeh dan Awy. Keren ya, tipis-tipis gini cuma 172 halaman tapi tetep ada nyeritain bab sejarah. Cuma kekurangannya, endingnya gantung. Kita ngga tau siapa yg jadi nikah dengan siapa. 

Bonus :

Mengapa Tuhan menciptakan rindu satu paket dengan jatuh cinta? Bukankah seharusnya rindu itu diberikan Tuhan pada manusia yang saling mencintai yang sudah terikat dalam sebuah hubungan pernikahan? Kalau masih belum jelas begini, kerjanya rindu hanya merusuhi dan merusak hati saja. Menyiksa. Apalagi jika dicampur cemburu.
-Awy, halaman 67

Jadi sebetulnya aku bukan menolak menikah. Aku hanya tak lagi bisa menemukan seseorang yang bisa membuatku bergetar, yang membuat semua lagu cinta kembali indah terdengar. 
-Steph, halaman 85

Understanding each other adalah bahasa dan tanda cinta yang paling universal.
-Helga, halaman 90

Apa rasanya ketinggalan kereta? Pasti kesal, sebal, jengkel dan ingin menumpahkan seluruh kemarahan. Tapi memangnya apa semua itu bisa mengembalikan apa yang sudah hilang? Tiket tidak bisa dikembalikan, hangus begitu saja. Mending kalau harganya murah. Kereta yang berikutnya masih lama lagi datangnya. Kan buang waktu. Dan kadang itu juga berarti kehilangan kesempatan.
-Gandhi,halaman 107

Sungguh aneh kerjanya cinta. Dalam kesedihan kita bisa berbahagia setelah ketulusan mengantarkan kita melihat yang tercinta bahagia. 
-Steph, halaman 113


Senin, 01 Agustus 2022

Novel Some Kind of Wonderful

Kekuatan bukan dinilai dari seberapa sedikit air mata yang diteteskan, atau dari seberapa banyak kau pernah goyah. Kekuatan ada pada diri orang-orang yg tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yg ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyuman mereka yg bersedih, dari orang-orang yg telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan.

-Enrico, 303-

Sebuah novel tentang menemukan, kehilangan, dan menemukan kembali. 

Liam, berasal dari keluarga kaya di Jakarta dan Rory, gadis musik yg lahir di Bandung. Mereka tinggal di Sydne.

Liam meninggalkan Jakarta, sebenarnya, hanya karena satu alasan, cintanya bertepuk sebelah tangah. Gadis yg telah menjadi sahabatnya sejak kecil, Wendy, anak dari pesuruh Ayah Liam, akan menikah dengan adik tiri Liam, Williem. Sementara alasan yang diutarakan pada semua orang adalah Liam ingin mencari Ibu kandungnya di Sydne dan ingin meraih mimpinya sebagai Chef. Keputusan ini ditentang keras oleh keluarga Sutidjawan, termasuk Wendy. 

Tapi Liam tetap pergi. Liam memulai hidup dari nol di Sydne, luntang lantung mencari pekerjaan di sana sini sampai akhirnya menjadi Chef terkenal yg mempunyai program Liam Cook's ditelevisi. 

Sementara Rory, gadis yg berada di Sydne untuk kuliah jurusan musik. Menikah dengan Jay, pria jurusan geografi dan memiliki anak bernama Ruben. Keluarga Rory tidak menyetujui pernikahan ini sehingga Rory tak lagi dianggap sebagai keluarga oleh keluarganya. 

Suatu hari Rory akhirnya seperti kehilangan segalanya. Jay dan Ruben meninggal karena ditusuk oleh pria gangguan mental di tengah perjalanan menuju konser Rory. Sejak saat itu, Rory tak lagi punya gairah hidup. 

-----

Ada 360 halaman dalam novel ini. Rupanya novel digital paling tebal yg saya baca di depan ponsel. Cukup menguras emosi. Dua tokoh utama yg sama-sama mengalami kehilangan. Diceritakan dengan hangat oleh penulis. Seperti biasa, Winna memberikan banyak pesan-pesan kecil dalam setiap novelnya. Ini novel ketiga Winna yg saya baca. 

Banyak kejadian dalam novel ini, namun yg membuat saya terharu adalah cara Liam dan Rory berusaha bangkit dari kehilangan, cara mereka terus teringat akan kenangan, dan cara mereka tetap hidup meski bersama luka yg terus menganga bertahun-tahun. 

Ya, betul, kita mungkin bisa pura-pura biasa saja saat hari kita tersakiti terulang, dalam hal ini hari-hari ulang tahun anak dan suami Rory atau hari kepergian mereka. Tapi bagaimana kita bisa lari dari kenangan-kenangan kecil yg datang begitu saja kapan saja yg bisa melinangkan air mata. 

Jadi? Bagaimana keduanya bisa bangkit? Apakah dengan Rory menikah lagi? Apakah Liam berniat menggagalkan pernikahan Wendy? No. 

Just it.
Selamat membaca. 

Jumat, 29 Juli 2022

Novel Ze Pengantin Koboi


Terkisah Ze, Zerlita, perempuan :

- berusia mendekati 30 tahun, 
- anak pertama, 
- yatim, 
- punya dua adik, 
- belum menikah 
- baru saja ditinggal menikah oleh orang yang hanya menganggap dia sahabat (ngakak bangetlah akoo) 
- dan belum mempunyai pekerjaan yang bagus. 

Lengkap ga si penderitaan Ze? Belum. Masih ada lagi penderitan lainnya. 

Jadi Ze ini blasteran Betawi - Sunda, tipikal gadis jutek, galak, cuek, tapi tulus banget. Ze tinggal di Jakarta, alumni Sastra Inggris UI. Pinter maen piano. Sudah pernah berjuang mewujudkan cita-citanya sejak kecil, yaitu menjadi reporter, tapi sayang, dia dipecat karena gagal mulu deh depen kamera :v 

Akhirnya Ze mengajar les piano dari rumah ke rumah, Ze ini pinter maen piano, dia alumni paragita UI (padusnya UI). Dalam batin Ze sebenernya sedih yah, udah disekolahin tinggi-tinggi malah kerjanya ngukur jalan dari rumah ke rumah (ngakak asli). 

Belum lagi persoalan Ze belum nikah diusia segini tu dikira masih belum move on dari sahabatnya si Igi (bule Itali-Indo) yang ninggalin dia nikah sama si Alma. Ya gimana ya, waktu Igi ini nikah dia juga minta restu sama Ze, secara kan Igi ga tau kalo Ze punya rasa sama dia. Yaudah dengan menahan-nahan air mata jatuh mengalir dipipi, Ze bilang kalo Igi udah yakin ya Ze turut senang. Aaah drama bet dah si Ze, sakit tapi ih ~

Tapi beneran deh, Ibunya Ze tu sedih banget liat Ze belum nikah diusia segitu. Sampe Emaknya curhat sana sini tentang jodoh dan kerjaan Ze yang ngambang :v Sampe suatu hari puncak penderitaan Ze datang. Ibunya tiba-tiba pingsan di sofa waktu dia pulang ngles. Bukan karna mikirin Ze belum nikah pemirsah, karena katering Ibunya Ze ditipu puluhan juta :( huhu sedih amat...

Abis tu, tiba-tiba pula dua adiknya, Zai dan Zahra minta nikah. Emang ni adek kaga sopan bet :v 

Nah sekarang barulah lengkap penderitaan Ze. Dia agak sebel sama dua adiknya yang minta nikah disaat Ibunya baru aja ditimpa musibah. Tapi ini salah Ibunya juga si, yang bilang 'duitnya ada kok' . Elah emang naluri Ibu yah, padahal duitnya kaga ada dan Ibunya ni ngomong ke Ze mau minjem ke bank buat nikahan dua adiknya. Parah dah. Ze calon aja belom ada :(

Ze udah desperate banget. Dia pergi ke mall buat nenangin diri dengan duit sisa cuma 100 ribu. Terus disana ketemu ama bule tampan. 

Kisah-kisah selanjutnya tu manis banget. Tapi. Segitu aja dulu ya reviewnya. 

Saya menemukan begitu banyak judul lagu jadul barat dinovel ini , kadang dispill ama liriknya. Bahasa sunda juga banyak dipake, aduh ga ngerti saya. 

Khas almarhumah Ifa Avianty banget emang kalo udah ada tokoh keturunan Eropa. Gaya bahasanya juga favorite saya banget, lucu energik pokoknya seruuu. Menghibur :)))

Novel ini happy ending. Membuat kita memandang bahwa langitmu tu ga selamanya mendung :) Sabar aja. Allah pasti menjawab do'a-do'amu. Teruslah berdo'a. 

Ini hanya 192 halaman, bisa sekali duduk.
Selamat membaca :)

Sabtu, 21 Mei 2022

REEM


Pada checkpoint pertama
Antara Jordan dan Palestina
Tentara Israel bertanya
Tentang kewarganegaraanku

Hampir kuberteriak
"Ayo lihat aku! 
Katakan, apa yang kau lihat!"
Dari nadiku muncul batang zaitun
Tumbuh karena kemarahan
Kutunjukkan padanya gaun ibuku, yang 
Disulam dengan darah kakekku

*Puisinya masih panjang

Puisi ini menjadi pembuka di bab pertama yang berjudul "Cantik Palestina". 

Sebelum lanjut harap dimaklumi jika ada yang keliru. Karena saya mengasuh dan membaca novel ini secara keseluruhan 3,5 tahun yang lalu. 2 tahun kemudian penulis memberikan saya hadiah novel ini langsung. Saya baca ulang sekilas dan di hari hari saya berbagi spoiler di instagram, saya juga membacanya lagi, ya tapi lompat lompat :v 

Latar novel ini adalah Maroko. Sungguh novel yang padat for me, font yang penerbit pilih juga menambah kepadatan novel ini saat saya baca. Muatan sejarahnya banyak dan seperti biasa, kita akan merasa sedang berada di lokasi dalam novel karena bahasa penulis favorite saya ini memang selalu membuat kita merasa menjadi tokohnya! Novel-novel Bunda Sinta memang begitu, kental muatan psiokologi. Karena beliau seorang psikolog. 

Reem kehilangan Ibunya karena berjuang di Palestina. Ibu Reem berdarah Indonesia. Dua point penting, Indonesia dan Palestina. Dua tempat yang menjadi traumatisme yg mendalam bagi Ayah Reem, atau Baba, Reem memanggil beliau. Itulah sebabnya Kasim ditolak mentah mentah. Tapi Reem ga gitu mikirnya, meski dia juga sedih kehilangan Ibunya. Dia bilang, Indonesia dan Palestina itu sahabat, Baba.. 
Huhu Reem, ini bukan soal politik, ini soal hati :) 

Kendati Reem digambarkan sebagai gadis penghafal Qur'an palestina, berjiwa sosial, berpendidkan, sholehah, bernasab baik, tidak ada yang sempurna di dunia ini pemirsa. Reem punya sebuah kekurangan. Kekurangan yang menyakitkan. Kekurangan yang membuatnya ingin menjauh dari pria pujaan hatinya, Kasim. 

Dan ternyata Babanya Reem sudah punya calon suami untuk Reem, seorang dokter. Jauh banget dari Kasim yang baru aja lulus S2, belum punya kerjaan tetap Kasim, duh :(((  Skakmat ya. Dah ga direstui kalah pula dari saingan. Tapi Kasim ni sholehnya udah jelas. Cuma ya, hidup ini keras :D Reem juga berpikir keras, pilih cinta dan masa depan atau bakti pada orang tua :) 

Apakah akhirnya Kasim dan Reem bersama atau malah maut duluan yang membersamai?  Gimana ceritanya Kasim sampe bisa dateng lagi ke Maroko dan menemui Reem. Terus Bibinya Reem yang dulu dingin ke Kasim, tiba tiba bersikap hangat. Apakah Baba Reem juga begitu? Apakah mereka mulai menerima Kasim? Tapi kan, Baba dah punya calon pilihan :(

Nantilah ya, baca sampe akhir. Ini tebelnya 350 halaman. Siap siap ketemu tempat dan kosa kata asing, siap siap muterin sejarah, siap siap ikut sedih atas penggambaran kondisi palestina, siap siap juga baper karena kamu mungkin mengalami yang dialami Kasim atau Reem. 

Masih banyak kisah dinovel ini, tapi saya hanya memotret apa yang saya mau (hehe). Menurut saya, ini novel yang bagus, manis, layak, berkelas, dan keren banget I love you Bunda Sinta Yudisia ♥

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Pelajaran penting dari novel ini : 
1. Bersyukurlah lagi tinggal di Indonesia, masih aman, ga ada peluru atau bom tiba tiba.
2. Jangan lupa do'ain saudara kita di Palestina. Kalo ga bisa do'a minimal diem, jan ikutan ngejudge mereka bilang kalo itu cuma konflik a b c d. 
3. Novel ini mengajarkan pola interaksi yang sehat antara laki-laki dan perempuan. Keren banget nanti baca ya yang lagi jomblo biar ga gampang baper dan bermurah kepada lawan jenis.
4. Reem bikin minder karena sholeh banget astaga, rajin murojaah pulak~ 
5. Berbakti pada orang tua, jangan kawin lari demi cinta sama laki laki yang baru lo kenal kemarin sore! 
6. Jodoh dan maut berposisi sama. Rahasia Allah pake banget. Jadi buat singlelillah tolong jan lupa siapin mati juga ya disamping siapin diri buat dia. Kita ga tau kapan Izrail menyapa. 
7. Banyaklah. Baca ya! 

Bye!
Selamat membaca! 
Semoga novel yang empunya blog rekomendasikan kali ini bermanfaat :)


Sabtu, 14 Mei 2022

Review Novel Cinta Segala Musim



...dan bukankah cinta diciptakan agar kita saling menemukan?

Pembukaan yang manis dari penulis! 

Jatuh. Ya, rumah tangga Rae dan Rampak sedang jatuh di dasar jurang. Rampak kehilangan hal paling berharga di dunia kerja, yaitu kepercayaan. Meskipun bukan Rampak yang melakukan kejahatan, tapi dia ditipu teman yang selama ini dia percayai dan mengecewakannya jua huhu. Bayangin ya, Rampak tu seorang developer berkualitas, rekornya udah pernah bangun rumah pensiunan tentara, ratusan unit, dll. Dan yang paling mengagumkan adalah Rampak memulai segalanya dari nol demi menikahi Rae. 

Jadi gini ceritanya. Rae ini gadis yang berasal dari keluarga kaya raya. Punya anak pinak bisnis sana sini. Waktu Rampak mau melamar Rae dia cuma seorang arsitek. Lalu Papanya Rae menantang Rampak, kalau Rampak ingin menikahi Rae maka dia harus mampu memberikan Rae hidup senyaman hidup yang diberikan Papanya Rae. Huaaa ini si cukup berat ya. 

Tapi Rampak mampu. Dalam dua tahun, dari nol Rampak mulai menjadi seorang developer sampai sukses membangun rumah dan membeli semua kemewahan untuk kenyamanan Rae saat menikah nanti. Sampek waktu nikah, Rampak minta Rae mengembalikan ATM dan kartu-kartu duit itu ke Papanya karena Rae udah ga butuh itu, Rampak sudah memenuhi semuanya. 

Kehidupan Rae bersama Rampak terbilang sangat sejahtera. Rumah dan mobil mewah, dua pembantu, Rae ga dibolehin kerja sama Rampak. Bak Ratu betul ya :))) Kerjaan Rae cuma beresin kamarnya yang mewah, luas, indah dan nyaman. Karena pembantu atau sembarang orang ga boleh masuk sana. Kenapa? Karena Rae tidak ingin membagi keindahan kamarnya dengan orang lain selain Rampak. Selain itu kerjaan Rae di rumah tu scrooling dunia fashion, sampek ikutan grup difacebook. 

Tepuk tangan yang meriah buat Rampak yang udah ngasi Rae kehidupan seindah itu! 

Sayangnya, roda kehidupan ini berputar. Kini Rampak berada dalam roda paling bawah yang bergesekan langsung dengan aspal yang panas. Huhu perih :( 

Mereka harus menjual seluruh harta benda bahkan rumah mewahnya untuk mengganti rugi pembangunan perumahan yg tidak sesuai standar. Perumahannya itu tu kalo hujan langsong banjir itu apanya si yang salah? Drainase ya? Ya itulah :( Makanya mereka pindah ke kontrakan kumuh deket bukit sawah ladang yang karpet mewah dan hiasan porselin dari rumah lama ga pernah cocok masok sana! 

Di sinilah letak konfliknya. 

Kenapa si mereka harus nyewa kontrakan jelek itu? 
Padahal kan bisa pindah ke rumah orang tua Rampak? Ngga bisa, Rae ngga nyaman. 
Kalo di rumah orang tua Rae? Apalagi. Rampak ga akan nyaman, laki-laki tinggal di rumah mertua? Nafas berat~

Kenapa ga minta bantuan keluarga Rae, kan mereka kaya raya dan papanya Rae juga mau bantu, kan? GA BISA. INI MERENDAHKAN HARGA DIRI RAMPAK SEBAGAI LAKI-LAKI.

Saya setuju dengan keputusan Rampak. Wah itu keren si. Tapi jangan lupa, ada Rae. Bahkan Rae tiba-tiba hamil. Pas dulu kaya raya mencoba segala cara dapetin anak ga dapet dapet, pas jatuh miskin gitu hamil. Ya Allah :)) 

Bayangin Rae yang biasa hidup mewah tetiba harus mandi pake air yang disaring dari warna coklat ke coklat muda! Ga bening Ya Allah :( Sikat gigi pake air galon. Nangis banget ini. Dulu makannya kiwi, blackarent, apel fuji, aggur merah ijo, sekarang pepaya mangga pisang jambu :( Rae vegetarian pemirsa :) 

Tapi hebatnya Rae ga pernah mengeluh apaagi nangis dengan kemiskinan yang tak diundang itu. Dia ga mau Rampak melihat secuil pun kesedihan di matanya karena dia ga mau menambah penderitaan Rampak. Sekarang Rampak ga bisa diterima kerja dimana pun, karena namanya terpampang sebagai penipu di koran koran. Wah ini si blacklist dari dunia bisnis fiks!

Rampak semakin menderita waktu Rae dipaksa pulang ke rumahnya karena ya siapa yang mau biayain dan ngurus istrinya yang hamil. Orang hamil butuh gizi yang baik. Sementara mereka makan sehari hari aja dah berhemat tingkat langit ke tujuh. Ini kasian banget Rampak nangis di kontrakan sendiri. Rae juga rindu Rampak? jelas! Makanya ga lama Rae kembali ke kontrakan itu. Katanya dia harus setia sama Rampak dalam segala musim :) 

Rampak pun akhirnya mengizinkan Rae bekerja dari rumah, dibantuin juga sama Rampak. Sampai suatu hari Rampak ga ada di rumah, Rae ngangkatin sesuatu sendirian dan keguguran. 

Makin tersiksa. Rampak udah ga berharga lagi di mata orang tua Rae, semua marah sama Rampak. Termasuk Rae. Rae akhirnya meledak. Ya dia capek jugalah ya. Sampe kehilangan bayi yang ditunggu tunggu selama bertahun tahun. 

Udah ya, nanti kalian baca aja kelanjutannya. Apakah cinta Rae pada Rampak masih segala musim meski telah terluka sedemikian rupa? 
Selamat membaca ! :)

-----------------------------------------

Pelajaran penting yang paling melekat di kepala saya abis baca novel ini adalah, perempuan kalo mau nikah sebisa mungkin punya sebuah skill yang bisa diandalkan. Ya meski suaminya ga ngizinin kerja, tetaplah punya skill. Karena ga selamanya suami bisa ngasi nafkah, bisa aja dia sakit, bisa aja dia jatuh seperti Rampak, atau meninggal, segala kemungkinan buruk itu bisa terjadi, dan saat itulah skillmu dipake, kaya Rae make skillnya buat kerja dari rumah dan itu bisa bantu kebutuhan ekonomi  sampe Rampak bisa bangkit lagi. 

Karena dalam novel ini, Rae tu sempet nyesel, kenapa dulu dia ga make semua fasilitas yang dikasi Rampak buat ngerjain sesuatu yg lebih bermanfaat. Daripada scrooling dunia fashion ya, upload foto ootd dia buat dikomen sama orang, masih banyak hal lain yang bisa Rae lakukan. Rae juga nyesel banget ga pernah masak. Dia terbiasa dimasakin pembantu. Akhirnya pas jatuh miskin, masak sendiri, meraba raba :( 

Selain itu saya suka sama riset penulis tentang bangunan, konsep rumah, arsitektur, dan lain lain yang menurutku bisa jadi pengetahuan baru buat yang ga kuliah jurusan sipil/arsitektur. Masih banyak hal yang bisa dipelajari dari novel ini yang ga bisa saya paparin semua. 

Dah gitu aja.
Oh masih ada lagi. FYI. Saya baca novel ini Syawal tahun lalu di ipusnas, aduh makasi buat ipusnasku tercinta. Nah kemarin saya beli hardbooknya dan baca ulang :)))

Sampai jumpa :)