brrr. Kwek, kwek, kwek.
Si mbak tampak mencatat dengan tergesa sambil mengangguk.
“Mbak, Mbak, saya minta pergedel dua potong.”
Astaga. Ini beneran dia punya peliharaan naga di perutnya kali ya.
-------
Jadi ini kisah cinta segitiganya Neng Steph, Awy dan Gandhi.
Steph ini tadinya patah hati banget karena abis ditinggal nikah sama bosnya! Terus dikasi undangannya secara langsung pulak! Hahaha~
Jadilah dia susah move on sampe bertahun-tahun lamanya. Nah sampe suatu hari ada yang menyatakan cintanya ke Stpeh, dialah Awy, cowo Betawi. Tapiiii awalnya si Awy ini niatnya nyari Stpeh (temen TK :v dah ngakak banget jauh amat yah) buat dijodohin sama sahabatnya yang punya resto sop kaki kambing, Gandhi. Entah gimana ceritanya, Awy kok tetiba malah dia jatuh cinta sama sahabat lamanya ini. Akhirnya Awy deh yg nembak Steph duluan, maksudnya ngasi kode ajakan nikah, bukan pacaran.
Tapi Steph ternyata ngga punya perasaan apa-apa pemirsa, sama si Awy. Dia malah justru lebih merasa cocok sama Gandhi. Kata Steph, dia membunyikan lonceng kecil dihatiku. Huaaa haha.
Dan ternyata kalo emang bukan jodoh, itu banyak halangannya kali ya. Awy ini ngga disetujuin orang tuanya sama si Steph. Kenapa? Alasannya karena Stpeh bule Sunda-Jerman meskipun muslim. Nah ini ada alasan sejarah di belakangnya. Dimasa lalu ada hubungan tidak baik antara keluarga Stpeh dan Awy. Keren ya, tipis-tipis gini cuma 172 halaman tapi tetep ada nyeritain bab sejarah. Cuma kekurangannya, endingnya gantung. Kita ngga tau siapa yg jadi nikah dengan siapa.
Bonus :
Mengapa Tuhan menciptakan rindu satu paket dengan jatuh cinta? Bukankah seharusnya rindu itu diberikan Tuhan pada manusia yang saling mencintai yang sudah terikat dalam sebuah hubungan pernikahan? Kalau masih belum jelas begini, kerjanya rindu hanya merusuhi dan merusak hati saja. Menyiksa. Apalagi jika dicampur cemburu.
-Awy, halaman 67
Jadi sebetulnya aku bukan menolak menikah. Aku hanya tak lagi bisa menemukan seseorang yang bisa membuatku bergetar, yang membuat semua lagu cinta kembali indah terdengar.
-Steph, halaman 85
Understanding each other adalah bahasa dan tanda cinta yang paling universal.
-Helga, halaman 90
Apa rasanya ketinggalan kereta? Pasti kesal, sebal, jengkel dan ingin menumpahkan seluruh kemarahan. Tapi memangnya apa semua itu bisa mengembalikan apa yang sudah hilang? Tiket tidak bisa dikembalikan, hangus begitu saja. Mending kalau harganya murah. Kereta yang berikutnya masih lama lagi datangnya. Kan buang waktu. Dan kadang itu juga berarti kehilangan kesempatan.
-Gandhi,halaman 107
Sungguh aneh kerjanya cinta. Dalam kesedihan kita bisa berbahagia setelah ketulusan mengantarkan kita melihat yang tercinta bahagia.
-Steph, halaman 113
Tidak ada komentar:
Posting Komentar