Kamis, 04 Agustus 2022

Novel I Love View

Sebuah kisah yang membawa kita menyusuri keindahan wisata tanah Malaysia dan sedikit menyusuri Singapura juga. Tapi kali ini saya ngga mau review. Hanya ingin mengutip kata-kata manisnya saja. 

People who live, see much. But people who travel, see more.
-halaman 6

"Hilyah, apa bedanya antara menghindari masalah dengan lari dari masalah?"
Kamu tahu kamu mungkin bisa menyelesaikan masalah itu, dan bisa juga gagal. Tapi kamu memilih untuk tidak melewatinya. Itu namanya menghindar. Lari dari masalah itu lebih simple. Kamu tidak mau masalah itu selesai. Itu bukan sikap kesatria. 
-halaman 132

Terkadang, ada hal-hal baik yang terhalang jalannya karena kita menutup pintu-pintu lainnya. Pintu maaf. Pintu silaturrahmi. Jangan sampai jalan itu terlalu lama menunggumu. Kalau terlalu lama, jalan itu akan tertutup belukar, semakin menyemak, dan tak beraturan. Nanti, saat gerbang ke sana terbuka, kamu harus susah payah menyingkirkan segala rintangan terlebih dahulu untuk bisa berjalan di sana.
-Hilyah, halaman 146

Seseorang sedang sendirian melewati jalan gelap, dengan hanya berbekal senter yang samar.  Di perjalanan itu dia berjumpa dengan seseorang yang sedang berupaya melewati jalan yang sama, juga dengan membawa senter yang samar. Maka yang terbaik bagi mereka tentu saja adalah melewati jalan itu bersama-sama. Satu senter yang sama, ditambah satu senter yang sama lainnya, akan membuat jalan lebih terang.
-Seon, halaman 179

Terkadang manusia butuh motivasi eksternal untuk memutuskan sesuatu. Tapi tetap saja, motivasi internal dari dalam jiwanyalah yang bisa memantapkannya, mengikhlaskannya dalam menjalani keputusan itu. Begitu juga hijrah.

Man proposes, God disposes. Seperti kalian yang bertahun-tahun menjalani hubungan, tapi Allah-lah yang memutuskan apakah kalian bersama hingga akhirnya. Ternyata, takdir Allah berbeda dari apa yang kalian jalani dan upayakan. Tapi yakinlah, setiap kehilangan akah ada gantinya. Asal kita mau memperbaiki diri, Ia tak akan enggan memberi ganti, bahkan mungkin yang lebih baik.
-Hilyah, halaman 198

Tanyakanlah pada hatimu yang terdalam. Jangan lupa, konfirmasikan ke Allah. Karena sebetulnya, yakin dan mantap itu sumbernya adalah konfirmasi Allah.
-Hilyah, halaman 199

---------
Selamat membaca ya, hanya 232 halaman :)

Novel Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing

“Mbak, saya pesan sop kaki kambing sama nasi. Jangan lupa cabe rawit yang banyak, terus dikasih acar timun. Minumnya es teh dua gelas sama es batu yang banyak. Jangan gede-gede es batunya. Terus minta kerupuk kulit satu bungkus. Oh, ada empek-empek kan, Mbak? Waktu dulu saya ke sini ada soalnya.”
brrr. Kwek, kwek, kwek.

Si mbak tampak mencatat dengan tergesa sambil mengangguk.
“Mbak, Mbak, saya minta pergedel dua potong.”
Astaga. Ini beneran dia punya peliharaan naga di perutnya kali ya.

-------
Jadi ini kisah cinta segitiganya Neng Steph, Awy dan Gandhi.

Steph ini tadinya patah hati banget karena abis ditinggal nikah sama bosnya! Terus dikasi undangannya secara langsung pulak! Hahaha~ 

Jadilah dia susah move on sampe bertahun-tahun lamanya. Nah sampe suatu hari ada yang menyatakan cintanya ke Stpeh, dialah Awy, cowo Betawi. Tapiiii awalnya si Awy ini niatnya nyari Stpeh (temen TK :v dah ngakak banget jauh amat yah) buat dijodohin sama sahabatnya yang punya resto sop kaki kambing, Gandhi. Entah gimana ceritanya, Awy kok tetiba malah dia jatuh cinta sama sahabat lamanya ini. Akhirnya Awy deh yg nembak Steph duluan, maksudnya ngasi kode ajakan nikah, bukan pacaran. 

Tapi Steph ternyata ngga punya perasaan apa-apa pemirsa, sama si Awy. Dia malah justru lebih merasa cocok sama Gandhi. Kata Steph, dia membunyikan lonceng kecil dihatiku. Huaaa haha. 

Dan ternyata kalo emang bukan jodoh, itu banyak halangannya kali ya. Awy ini ngga disetujuin orang tuanya sama si Steph. Kenapa? Alasannya karena Stpeh bule Sunda-Jerman meskipun muslim. Nah ini ada alasan sejarah di belakangnya. Dimasa lalu ada hubungan tidak baik antara keluarga Stpeh dan Awy. Keren ya, tipis-tipis gini cuma 172 halaman tapi tetep ada nyeritain bab sejarah. Cuma kekurangannya, endingnya gantung. Kita ngga tau siapa yg jadi nikah dengan siapa. 

Bonus :

Mengapa Tuhan menciptakan rindu satu paket dengan jatuh cinta? Bukankah seharusnya rindu itu diberikan Tuhan pada manusia yang saling mencintai yang sudah terikat dalam sebuah hubungan pernikahan? Kalau masih belum jelas begini, kerjanya rindu hanya merusuhi dan merusak hati saja. Menyiksa. Apalagi jika dicampur cemburu.
-Awy, halaman 67

Jadi sebetulnya aku bukan menolak menikah. Aku hanya tak lagi bisa menemukan seseorang yang bisa membuatku bergetar, yang membuat semua lagu cinta kembali indah terdengar. 
-Steph, halaman 85

Understanding each other adalah bahasa dan tanda cinta yang paling universal.
-Helga, halaman 90

Apa rasanya ketinggalan kereta? Pasti kesal, sebal, jengkel dan ingin menumpahkan seluruh kemarahan. Tapi memangnya apa semua itu bisa mengembalikan apa yang sudah hilang? Tiket tidak bisa dikembalikan, hangus begitu saja. Mending kalau harganya murah. Kereta yang berikutnya masih lama lagi datangnya. Kan buang waktu. Dan kadang itu juga berarti kehilangan kesempatan.
-Gandhi,halaman 107

Sungguh aneh kerjanya cinta. Dalam kesedihan kita bisa berbahagia setelah ketulusan mengantarkan kita melihat yang tercinta bahagia. 
-Steph, halaman 113


Senin, 01 Agustus 2022

Novel Some Kind of Wonderful

Kekuatan bukan dinilai dari seberapa sedikit air mata yang diteteskan, atau dari seberapa banyak kau pernah goyah. Kekuatan ada pada diri orang-orang yg tetap bangun dan menjalani setiap hari meski hal terakhir yg ingin mereka lakukan adalah hidup. Kekuatan datang dari senyuman mereka yg bersedih, dari orang-orang yg telah kehilangan segalanya namun tetap bertahan.

-Enrico, 303-

Sebuah novel tentang menemukan, kehilangan, dan menemukan kembali. 

Liam, berasal dari keluarga kaya di Jakarta dan Rory, gadis musik yg lahir di Bandung. Mereka tinggal di Sydne.

Liam meninggalkan Jakarta, sebenarnya, hanya karena satu alasan, cintanya bertepuk sebelah tangah. Gadis yg telah menjadi sahabatnya sejak kecil, Wendy, anak dari pesuruh Ayah Liam, akan menikah dengan adik tiri Liam, Williem. Sementara alasan yang diutarakan pada semua orang adalah Liam ingin mencari Ibu kandungnya di Sydne dan ingin meraih mimpinya sebagai Chef. Keputusan ini ditentang keras oleh keluarga Sutidjawan, termasuk Wendy. 

Tapi Liam tetap pergi. Liam memulai hidup dari nol di Sydne, luntang lantung mencari pekerjaan di sana sini sampai akhirnya menjadi Chef terkenal yg mempunyai program Liam Cook's ditelevisi. 

Sementara Rory, gadis yg berada di Sydne untuk kuliah jurusan musik. Menikah dengan Jay, pria jurusan geografi dan memiliki anak bernama Ruben. Keluarga Rory tidak menyetujui pernikahan ini sehingga Rory tak lagi dianggap sebagai keluarga oleh keluarganya. 

Suatu hari Rory akhirnya seperti kehilangan segalanya. Jay dan Ruben meninggal karena ditusuk oleh pria gangguan mental di tengah perjalanan menuju konser Rory. Sejak saat itu, Rory tak lagi punya gairah hidup. 

-----

Ada 360 halaman dalam novel ini. Rupanya novel digital paling tebal yg saya baca di depan ponsel. Cukup menguras emosi. Dua tokoh utama yg sama-sama mengalami kehilangan. Diceritakan dengan hangat oleh penulis. Seperti biasa, Winna memberikan banyak pesan-pesan kecil dalam setiap novelnya. Ini novel ketiga Winna yg saya baca. 

Banyak kejadian dalam novel ini, namun yg membuat saya terharu adalah cara Liam dan Rory berusaha bangkit dari kehilangan, cara mereka terus teringat akan kenangan, dan cara mereka tetap hidup meski bersama luka yg terus menganga bertahun-tahun. 

Ya, betul, kita mungkin bisa pura-pura biasa saja saat hari kita tersakiti terulang, dalam hal ini hari-hari ulang tahun anak dan suami Rory atau hari kepergian mereka. Tapi bagaimana kita bisa lari dari kenangan-kenangan kecil yg datang begitu saja kapan saja yg bisa melinangkan air mata. 

Jadi? Bagaimana keduanya bisa bangkit? Apakah dengan Rory menikah lagi? Apakah Liam berniat menggagalkan pernikahan Wendy? No. 

Just it.
Selamat membaca.