Sebuah kisah yang membawa kita menyusuri keindahan wisata tanah Malaysia dan sedikit menyusuri Singapura juga. Tapi kali ini saya ngga mau review. Hanya ingin mengutip kata-kata manisnya saja.
People who live, see much. But people who travel, see more.
-halaman 6
"Hilyah, apa bedanya antara menghindari masalah dengan lari dari masalah?"
Kamu tahu kamu mungkin bisa menyelesaikan masalah itu, dan bisa juga gagal. Tapi kamu memilih untuk tidak melewatinya. Itu namanya menghindar. Lari dari masalah itu lebih simple. Kamu tidak mau masalah itu selesai. Itu bukan sikap kesatria.
-halaman 132
Terkadang, ada hal-hal baik yang terhalang jalannya karena kita menutup pintu-pintu lainnya. Pintu maaf. Pintu silaturrahmi. Jangan sampai jalan itu terlalu lama menunggumu. Kalau terlalu lama, jalan itu akan tertutup belukar, semakin menyemak, dan tak beraturan. Nanti, saat gerbang ke sana terbuka, kamu harus susah payah menyingkirkan segala rintangan terlebih dahulu untuk bisa berjalan di sana.
-Hilyah, halaman 146
Seseorang sedang sendirian melewati jalan gelap, dengan hanya berbekal senter yang samar. Di perjalanan itu dia berjumpa dengan seseorang yang sedang berupaya melewati jalan yang sama, juga dengan membawa senter yang samar. Maka yang terbaik bagi mereka tentu saja adalah melewati jalan itu bersama-sama. Satu senter yang sama, ditambah satu senter yang sama lainnya, akan membuat jalan lebih terang.
-Seon, halaman 179
Terkadang manusia butuh motivasi eksternal untuk memutuskan sesuatu. Tapi tetap saja, motivasi internal dari dalam jiwanyalah yang bisa memantapkannya, mengikhlaskannya dalam menjalani keputusan itu. Begitu juga hijrah.
Man proposes, God disposes. Seperti kalian yang bertahun-tahun menjalani hubungan, tapi Allah-lah yang memutuskan apakah kalian bersama hingga akhirnya. Ternyata, takdir Allah berbeda dari apa yang kalian jalani dan upayakan. Tapi yakinlah, setiap kehilangan akah ada gantinya. Asal kita mau memperbaiki diri, Ia tak akan enggan memberi ganti, bahkan mungkin yang lebih baik.
-Hilyah, halaman 198
Tanyakanlah pada hatimu yang terdalam. Jangan lupa, konfirmasikan ke Allah. Karena sebetulnya, yakin dan mantap itu sumbernya adalah konfirmasi Allah.
-Hilyah, halaman 199
---------
Selamat membaca ya, hanya 232 halaman :)