Tampilkan postingan dengan label Resesnsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resesnsi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Maret 2018

Resensi Strawberry Shortcake

Strawberry Shortcake



Judul Buku       : Strawberry Shortcake

Pengarang       : Ifa Avianty

Penerbit          : DAR! Mizan

Harga Buku     : - (aku via e-book, sorry ya!)


            “Strawberry shortcakenya ada.  Mbak?”

            Shopia tiba-tiba merasakan sekujur tubuhnya dialiri arus listrik ribuan volt. Hatinya seperti terkena badai begitu mendengar nada suara timbre yang tak bisa dilupakannya itu, bahkan setelah bertahun-tahun lamanya! Refleks, Shopia memutar kepalanya, masih dalam hitungan detik dari kata “strawberry shortcake” tadi, … what a magic keyword we had.., didn’t we? Oh…,my God! Dia memang …… Shopia benar-benar kaget.  He is the man! But life is not the same, anyway, Ia beranjak. Hatinya lirih berbisik, I’m a loner…,and still a loner. Ada apaakh dengan Shopia? Mungkinkah strawberry shortcake membawanya pada kenangan-kenangan penuh warna?

Sebuah novel yang menarik, lancer, komunikatif, dan memainkan imajinasi pembacanya.

---------------

            Novel ini dimulai dengan kisah teman tapi mesranya Kang Bayu dengan Shopia yang masih…. SD! Waktu itu Kang Bayu satu tahun diatas Shopia. Pertama mereka ketemu pas Shopia bantuin Lila jualan permen. Terus Kang Bayu ceritanya beli semua permen jualan mereka…dengan uang berlebihan tanpa mau ngambil kembalian. Klasik kan? Kayak sinetron. Tapi coba tengok cerita selanjutnya.

            Diawal-awal saya risih sekali dengan cerita kedekatan antara Kang Bayu dan Shopia until mereka udah mau masuk kuliah. Bahkan sampek mereka udah pada masuk lingkungan dakwah. Asiknya, kisah Kang Bayu dan Shopia bener-bener jauh dari biasa. Karena….Kang bayu kan sejenis lelaki patung yang ribbet dan ga banyak neko-neko, alias bener-bener menjaga kehormatan Shopia.

            Kisah hijrah mereka bertahap. Realistis banget deh. Mulai dari keduanya masuk rohis pas SMA, waktu itu Shopia akhirnya memutuskan berjilbab, walaupun masih jarang yang pake karena dilarang (ngambil latar zaman 98). Seiring dengan perubahan penampilan Shopia, ga serta merta hubungan persahabatan tapi mesra mereka cut gitu aja, tapi hubungan mereka cuma jadi berjarak ga jauh :D, masih sering saling kontak,ketemuan pula. Begitu terus sampai mereka masuk kampus yang sama, UI, terus rutin ngaji (liqo’), aktif di dakwah kampus. Ditengah-tengah perkuliahan, saking masih keliatan dekatnya mereka berdua, jadi kedapetan gossip mereka pacaran, Jadilah suatu waktu Kang Bayu niat menikahi Shopia wlaaupun masih kuliah (Teknik pullaa). Nah, part-part percakapan inilah kesukaan saya. Waktu Kang Bayu menjelaskan komitmennya menikahi Shopia di depan Shopia langsung. Kebayang? Gimana jadi Shopia?


            Sayangnya… Kang Bayu membatalkan lamaran itu karenaa.. sesuatu…yang belakangan Shopia ketahui.

            “Tadi pagi, Akh Hamzah –pembina pengajian Akh Bayu- meminta balik data Akh Bayu. Katanya…, katanya…, tabah ya Dik,”

            “Akh Bayu mengcancel semua proses ini”

Innalillahiwainnailaihirojiun, bibir Shopia kelu.


Huhu…sedih ga? Waktu lelaki sudah dekat dengan kamu sejak SD until kuliah, yang kamu puja… berniat menikahi kamu, sudah menyampaikannya pula dengan kamu secaraa langsung, terus ditengah-tengah prosesi perkenalan lewat murobbi, dia membatalkaannn lamaran tanpa alasan apa pun! Surpriseeee itu pasti sedih banget kalo terjadi sesuatu yang melukai lalu peluka  bungkam! Mungkin itu, alasan Shopia jadi manggil Kang Bayu : The Man I Shouldn’t call his name again.

            Terus gimana ya? Kelanjutan kisah mereka yang hidup di kampus yang sama setelah batal-batalan itu terjadi? Kaku. Shopia pura-pura fine aja padahal pattahh! Dan ditengah-tengah itu, dapetlah Shopia menemukan alasan Kang Bayu membatalkan lamaran. Yang…yang  kisahnya mengiris banget part ini. Nanti temukan aja alasannyapas baca.  Sampai akhirnya mereka lulus kuliah bahkan sudah melanjutkan S2, cerita mulai agak berbeda, asiknya kurang, tapi saya tetep dibuat penasaran, Shopia jadi nikah sama siapa? Terrus Kang Bayu? Apakah mereka bersatu padu kembali atau malah bertali dengan yang lain. Kalo mau tahu, baca deh!

Novel ini cocok banget buat kamu yang sussah move on dari zaman old pacaran atau deket-deket sama someone padahal udah hijrah nih. Nanti Shopia bakal kasi kamu pencerahan lewat kisahnya! Atau..Kang Bayu yang bijaksana itu yang menginspirasimu. Ini novel tema islami. Romantis? Iyalah. Khas Ifa Avianty itu mah. Walaupun ga seromantis novel-novel karya Ifa yang lainnya semisal Love in Rainy Days yang pernah aku share dulu banget. Tapi tetep sukkaa… suka gaya bahasa khas Ifa yang bergairah dan  mengalir. Dan yang selalu terjadi, setiap baca novel Ifa : mengaduk perasaan dan imajinasi!

            Happy reading.



Sabtu, 26 Agustus 2017

Love Sparks in Korea

Love Sparks in Korea



Judul Buku        : Love Sparks in Korea

Pengarang        : Asma Nadia

Penerbit           : Asma Nadia Publishing House

Cetakan           : Keenam belas, Mei 2016

Harga Buku       : Rp64.500,-


            Rania Timur Samudra hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveler tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emois, tapi jejak itu juga membayang pada laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih. 


            “Ällah, jangan biarkan perasaannya kian dalam kepada wajah tenang yang selalu tersenyum setiap membidikkan lensa ke arahnya” (hal.6)


            Pada sisi lain seorang lelaki yang menjadi teman lama Rania, juga menawarkan ‘pesona keindahan’. Lelaki itu berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi keinginan-keinginannya. 


            “buatmu : telah kuarungi tujuh samudra mimpi, telah kujelajah tujuh benua angan-angan”(hal 299)

--------------------------------------

Novel ini bercerita tentang Rania, seorang Jilbab Traveler, penulis sekaligus pencinta fotografi. Rania sudah menjelajah puluhan Negara dan ratusan kota di dunia. Suatu ketika Rania lolos seleksi mengikuti event kepenulisan di Korea selama 6 bulan. Meskipun Rania sempat takut untuk terbang lagi karena kejadian yang menimpa keluarganya, namun akhirnya Rania tiba di Seoul.

Di sana Rania kembali bertemu dengan pemuda korea yang sebelumnya pernah menyelamatkan ranselnya di India, Heun Geun. Pemuda yang berpenampilan ugal-ugalan namun ketulusan selalu terpancar dari matanya. Beberapa kali pemuda itu membuat rencana pertemuan dengan Rania, tapi selalu berusaha digagalkan Jeong Hwa, putri bos Heun Geun yang menyukainya.

Heun Geun ternyata suka pada Rania, dan Rania diam-diam juga merasakan debar setiap kali menerima email Heun Geun. Namun disisi yang lain ada Ilhan, tetangga Rania yang selalu sempat menatap jendela kamar Rania setiap melewati rumahnya. Ilhan mencintai Rania, namun Rania hanya menganggapnya sebagai teman. Hingga Ilhan akhirnya berani menyatakan cintanya dengan menyusul Rania ke Korea. Sebelumnya Ilhan tidak suka terbang, karena terbang telah merenggut nyawa Ibunya. 


“bukan secangkir kopi apalagi ucapan seremoni,tapi cinta yang membawaku terbang tinggi”(hal.243)


Trauma, namun demi cinta, Ilhan memberanikan diri.  Disaat yang sama Heun Geun menyusul Rania ke bukit tertinggi Hwangryeosan, juga untuk menjemput bidadarinya.


“jemputlah bidadarimu, sebelum Tuhan menutup pintunya”(hal.334)


            Novel ini benar-benar memberikan motivasi untuk kita tidak berputus asa akan rahmat Allah. Saya suka tokoh Rania yang selalu memegang teguh aturan islam. Rania juga memberikan inspirasi berpenampilan sederhana namun tetap menarik kepada para muslimah. Para jilbab traveler dan pencinta photografi saya rekomendasikan membaca novel ini. Karena berbagai tips akan didapatkan. Dan, tentu saja yang paling menarik adalah Rania mengajarkan cara memperlakukan cinta dengan bijak untuk muslimah yang sedang jatuh cinta.