Jumat, 20 Maret 2020

Review Novel Kambing dan Hujan

gambar by mizanstore
Miftahul Abrar tumbuh dalam tradisi Islam modern. Latar belakang itu tidak membuatnya ragu mencintai Nurul Fauzia yang merupakan anak seorang tokoh Islam tradisional. Namun, seagama tidak membuat hubungan mereka baik-baik saja. Perbedaan cara beribadah dan waktu hari raya serupa jembatan putus yang memisahkan keduanya, termasuk rencana pernikahan mereka.

Hubungan Mif dan Fauzia menjelma tegangan antara hasrat dan norma agama. Ketika cinta harus diperjuangkan melintasi jarak kultural yang rasanya hampir mustahil mereka lalui, Mif dan Fauzia justru menemukan sekelumit rahasia yang selama ini dikubur oleh ribuan prasangka. Rahasia itu akhirnya membawa mereka pada dua pilihan: percaya akan kekuatan cinta atau menyerah pada perbedaan yang memisahkan mereka.

 ----------------------------------
Kisah ini disajikan dengan alur maju-mundur. Kemudian mengambil latar 60-an. Cukup mendebarkan. Kisah-kisah yang dituangkan dalam novel ini bukan saja tentang "menikahkah Mif dan Fauzia pada akhirnya?", tapi juga soal sejarah islam disebuah desa kecil. Saya mungkin satu dari sekian pembaca yang membayangkan ketegangan antara dua paham agama, dua masjid yang hanya dipisah jalan dan dua rumah serta sepetak kebun, dua madratsah ibtidaiyah, lalu persaingan antara kedua pembesar masjid tersebut atau sebutlah Kiyainya. 

Pertanyaan orang-orang selatan desa, kenapa harus Mif? anak pembesar masjid utara yang dipilih Fauzia? Dia tak qunut saat sholat subuh, tak bisa baca sholawat, tak bisa baca kitab kuning, kemudian jajaran perbedaan-perbedaan itu mengalir dari mulut orang keheranan melihat fakta ini. Orang utara tak kalah memaparkan segala perbedaan itu. 
Pak Fauzah, ayah Fauzia dan Pak Kandar, ayah Mif adalah dua pembesar masjid yang memiliki persaingan sengit di desa yang kecil dan terpencil. Teganya takdir membiarkan putra putri mereka saling menyukai.

Hohoh, zaman dulu dengan konflik sosial sebegini rupa, ngeri juga membayangkannya. Dan memang ngeri pula cerita dari penulis. Buku ini komplit. Roman yang dibalut sejarah, agama, sosial, dan budaya. Benar-benar karya sastra indonesia yang outentik!