Sabtu, 26 Agustus 2017

Love Sparks in Korea

Love Sparks in Korea



Judul Buku        : Love Sparks in Korea

Pengarang        : Asma Nadia

Penerbit           : Asma Nadia Publishing House

Cetakan           : Keenam belas, Mei 2016

Harga Buku       : Rp64.500,-


            Rania Timur Samudra hanya ingin menelusuri jejak-jejak cinta Allah yang terhampar di bumi. Namun yang terjadi, si Jilbab Traveler tak cuma menemukannya pada tempat-tempat indah yang menakjubkan dan terkadang menikam emois, tapi jejak itu juga membayang pada laki-laki Korea yang memotret kehidupan ini dengan cintanya yang hitam putih. 


            “Ällah, jangan biarkan perasaannya kian dalam kepada wajah tenang yang selalu tersenyum setiap membidikkan lensa ke arahnya” (hal.6)


            Pada sisi lain seorang lelaki yang menjadi teman lama Rania, juga menawarkan ‘pesona keindahan’. Lelaki itu berhasil menaklukkan ketakutannya sendiri demi membawa Rania terbang melintasi keinginan-keinginannya. 


            “buatmu : telah kuarungi tujuh samudra mimpi, telah kujelajah tujuh benua angan-angan”(hal 299)

--------------------------------------

Novel ini bercerita tentang Rania, seorang Jilbab Traveler, penulis sekaligus pencinta fotografi. Rania sudah menjelajah puluhan Negara dan ratusan kota di dunia. Suatu ketika Rania lolos seleksi mengikuti event kepenulisan di Korea selama 6 bulan. Meskipun Rania sempat takut untuk terbang lagi karena kejadian yang menimpa keluarganya, namun akhirnya Rania tiba di Seoul.

Di sana Rania kembali bertemu dengan pemuda korea yang sebelumnya pernah menyelamatkan ranselnya di India, Heun Geun. Pemuda yang berpenampilan ugal-ugalan namun ketulusan selalu terpancar dari matanya. Beberapa kali pemuda itu membuat rencana pertemuan dengan Rania, tapi selalu berusaha digagalkan Jeong Hwa, putri bos Heun Geun yang menyukainya.

Heun Geun ternyata suka pada Rania, dan Rania diam-diam juga merasakan debar setiap kali menerima email Heun Geun. Namun disisi yang lain ada Ilhan, tetangga Rania yang selalu sempat menatap jendela kamar Rania setiap melewati rumahnya. Ilhan mencintai Rania, namun Rania hanya menganggapnya sebagai teman. Hingga Ilhan akhirnya berani menyatakan cintanya dengan menyusul Rania ke Korea. Sebelumnya Ilhan tidak suka terbang, karena terbang telah merenggut nyawa Ibunya. 


“bukan secangkir kopi apalagi ucapan seremoni,tapi cinta yang membawaku terbang tinggi”(hal.243)


Trauma, namun demi cinta, Ilhan memberanikan diri.  Disaat yang sama Heun Geun menyusul Rania ke bukit tertinggi Hwangryeosan, juga untuk menjemput bidadarinya.


“jemputlah bidadarimu, sebelum Tuhan menutup pintunya”(hal.334)


            Novel ini benar-benar memberikan motivasi untuk kita tidak berputus asa akan rahmat Allah. Saya suka tokoh Rania yang selalu memegang teguh aturan islam. Rania juga memberikan inspirasi berpenampilan sederhana namun tetap menarik kepada para muslimah. Para jilbab traveler dan pencinta photografi saya rekomendasikan membaca novel ini. Karena berbagai tips akan didapatkan. Dan, tentu saja yang paling menarik adalah Rania mengajarkan cara memperlakukan cinta dengan bijak untuk muslimah yang sedang jatuh cinta.

Minggu, 06 Agustus 2017

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

buku nikmatnya pacaran setelah pernikahan


Sejuk di Kalbunya, Tunduk Pandangannya


“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya, dan memelihara kemaluannya. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya..” (An Nur 31)


Saya mendengar, banyak juga kahwat yang berdebar melihat sosok Muhammad Tasin Sulaiman dalam video klip Nasyid Brothers ataupun film syukur 21. Jadi memang benar rasa ketertarikan diletakkan salah satunya di mata kita, tak beda laki-laki maupun perempuan. Tadi telah kita kutip bahwa kedudukan syaithan dalam diri seorang wanita menurut Ibnu Abba ada pada lirikan mata, hati, dan kelemahannya. Maka tepatlah jikalau perintah untuk menahan sebagian pandangan tak hanya ditujukan pada laki-laki yang sering dijuluki mata keranjang dan jelalatan , tapi juga pada wanita yang diam-diam suka melirik lalu senyum-senyum sendiri.

------------

Seringkali, pandangan seorang wanita kepada seorang laki-laki tak hanya merusak hati ia yang memandang. Ketika bercampur dengan senyum . tunduk, atau berbisik pada rekan sesame perempuan di sampinya, lalu bayangan ini tertangkap oleh laki-laki yang dipandang atau laki-laki yang GeeR ‘merasa’ dipandang, pasti, ada lagi hati yang rusak. Ya, hati orang yang ‘merasa’ dipandangi pun bias hancur menahan perasaan yang kemudia melahirkan prasangka dan rasa. 


“Pandangan adalah anak panah beracun dari anak panah Iblis. Siapa pun yang menghindarkannya karena takut kepada Alla, Allah akan mengaruniakan keimanan, yang ia temui rasa manisnya di dalam hati” (HR Al Hakim)

-------------


Terkadang, mungkin perlu bagi anda untuk memperingatkan para pria penebar pesona yang membuat risau dan GeeR kaum Hawa. Bukan apa-apa, ini demi keamanan kita semua. Seringkali para ikhwan kita ini tidak sadar kalau mereka telah membuat para akhwat berdebar dan memberi arti lain pada senyum , cara bicara, dan tingkah mereka.