Selasa, 02 Agustus 2016

SALON KEPRIBADIAN_ JANGAN JADI MUSLIMAH NYEBELIN by Asma Nadia

Salon kepribadian buat muslimah, memangnya perlu? Bukannya muslimah apalagi jika sudah berkerudung, identik dengan pribadi anggun yang menebar sejuk pada sekitar?

Hmm, meski seharusnya hanya menjadi sumber kebaikan, lihat kiri kanan deh, atau tatap bayangan di cermin. Jangan-jangan muslimah nyebelin yang butuh rehab itu kita sendiri :) 

Mulai dari menjadi sumber aroma tidak sedap karena bau bada, selalu ngeluh sampai teman yang dengar lama-lama pingi menjitak ; atau kebiasaan asal komen, "kok kamu gendutan sih? iteman sih? jerawatan sih?" 

Bahkan saat menjalankan ibadah pun, ternyata muslimah bisa kena label nyebelin. Contohnya muslimah yang berdoa panjang atau sibuk make up di karpet mushola, sementara antrean penuh. Asal menaruh kaus kaki ketika sholat hingga jamaah di belakang kebauan, dan lain-lain.

Dengan segudang alasan itu, salon kepribadian hadir, untuk membantu mengoreksi kebiasaan sepele, namun ternyata membuat tidak nyaman sekitar. Semoga menjadi kado cinta bagi muslimah mana saja : keluarga, sahabat, juga (calon) istri. 

1. Yang Remeh yang Mengganggu

> Keringat
>Bau Mulut
>Tangan
>Rambut
>Aneka Rasa Bau-bauan Lain

2. Nggak Indah di Mata? Duh. Jangan, Deh!

>Sekitar Wajah
>Serba Serbi Penampilan
>Ini juga perlu diingat

3. Muslimah Nyelekit?

>Merusak kegembiraan teman
>Mencela atau menghina
>Bigos
>Miss.nggak mau kalah
>Nggak lihat sikon
>Miss/Mrs.Kok?
>Miss. Question
>Celetuk yang bikin malu
>DONT SAY IT!

4. Your Attitude, Gals!

>Jangan asal jaiz!
>Jangan ikut campur
>Jangan lelet
>Jangan jorki
>Jangan nggak pe ka es
>Ekslusif
>Si Ratu Ngeluh
>Clear your mind of can't
>Not just a barbie
>Muslimah kuper
>Muslimah tukang dandan
>Muslimah big boss
>Muslimah penggoda
>Mental gratisan
>Pemaksa kehendak
>Muslimah kaku
>Miss judge
>Yang Asli Nyebelin

5. Momen Ibadah Yang Meresahkan

>Wudhu
>Sholat
>Doa
>Zikir
>Membaca Al Quran
>Menghadiri pengajian atau ceramah
>Ibadah Umroh/Haji 

6. Bersih Dalah Ibadah
7. Tausiyah
8. Last but not least