Jumat, 26 Februari 2016

Novel The Mint Heart

Novel The Mint Heart

Dia memang selalu begitu, dingin. Tapi begitulah dia, dan aku menyukainya tanpa banyak protes, seperti aku menyukai mint ice cream yang membekukan lidahku. Dia mirip seperti itu, paling dingin dari yang terdingin. (Hal. 5)

Aku telah menunggunya, lama. Lalu, kenapa sekarang aku harus meninggalkannya? Aku menantinya sejak dulu, sejak kali pertama aku mengenalnya, berharap hatinya yang beku mencair. Seperti mint ice cream yang lupa kumasukkan dalam lemari pendingin. Ia mencair dan yang tinggal hanyalah sensasi dingin. Karakternya yang kuat itu tak mungkin hilang. (Hal. 23)


Mencairkan hatinya bukan untuk kumiliki sendiri. Aku ingin ia bisa merasakan cinta yang hangat dari orang-orang di sekelilingnya. Jadi, meskipun sekarang tak seperti itu, bukan masalah untukku karena aku tahu selalu ada jarak antara harapan dan kenyataan. (Hal. 24)
Kedinginan kata-katanya membuatku membeku. Seperti ada es yang merasuk ke dalam aliran darahku dan menyakitiku. Kualihkan sesakku ke awan-awan putih. (Hal. 24)


Mencintainya seperti menikmati seporsi mint ice cream. Kebekuan hatinya, dingin menyentuhku, tak cukup satu sendok untuk merasakannya. Bulir pahit yang melebur di dalamnya justru membuatku menyendok lagi, dan lagi… (Hal. 25)


Aku takut. Ini sebuah ketakutan yang lebih besar. Aku takut karena mungkin aku tidak akan bisa lagi menyandarkan kepalaku di bahunya. Bagaimana mungkin aku bisa berdiri tegak di sampingnya tanpa teringat bahwa aku pernah menyandarkan kepalaku disana. Pernah. (Hal. 74)

Kamis, 04 Februari 2016

PULANG


Novel PULANG

" Shadow economy adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja. Oleh karena itu, orang-orang menyebutnya black market, underground economy. Kita tidak sedang bicara tentang perdagangan obat-obatan, atau protitusi, judi, dan sebagainya. Itu adalah masa lalu shadow economy, ketika mereka hanya menjadi kecoa haram dan menjijikkan dalam sistem ekonomi dunia. Hari ini, kita bicara tentang pencucia uang, perdagangan senjata, transportasi, properti, minyak bumi, valas, pasar modal, retail, teknologi mutakhir, hingga penemuan dunia medis yang tidak ternilai, yang semuanya dikendalikan oleh institusi ekonomi pasar gelap. Kami tidak dikendalikan olel masyarakat, tidak terdaftar dipemerintah, dan jelas tidak diliput media massa, seperti yang anda nikmati saat ini. Bukankah kemanapun, wartawan berbondong-bondong memotret anda? Kami tidak. Kami berdiri dibalik bayangan. Menatap semua sandiwara kehidupan orang-orang. "