Jumat, 01 Mei 2020

Review 'The Strawberry Surprise'


"Pernahkah kamu mengunyah buah stroberi? Berhadap stroberi yang merah cerah itu manis sekali. Tapi ternyata asam luar biasa. Lalu kamu mencoba stroberi berikutnya berharap kali ini kami lebih beruntung. Bagaimana? Bagaimana kamu bisa tau, bahwa cinta yang berikutya akan membawamu pada kehidupan yang lebih manis."

 S U R P R I S E ! 
Thanks to Mba Desi Puspitasari yang sudah menghadirkan novel sehangat ini. Cerita yang sebenarnya sangat menarik. 

Aggi dan Timur. Mereka sama-sama seorang seniman, fotografer, sibuk. Aggi di Yogyakarta, Timur di Bandung. Oh iya, Timur memainkan saksofon dengan indah. Mereka bertemu disebuh pameran seni yang juga menggelar musik jazz. Waktu itu Timur memainkan saksofonnya, laku Aggi memotret candid Timur dengan begitu indah. 

Terpisah Yogyakarta - Bandung dengan kesibukan seorang seniman membuat Aggi mengatakan hubungan mereka itu, relasi spesial yang kosong. Akhirnya Aggi memutuskan berpisah. Aggi bilang 'nanti kalau dalam lima tahun kamu tidak punya pacar, aku tidak punya pacar, kita coba lagi. Itu pun kalo kamu masih denger suara tawaku'. 

Lima tahun itu datang. Tawa Aggi masih terdengar di telinga Timur. Dia mengirim sebuah buku 'Kisah Mata' karya Seno Gumira Ajidarma ke Yogyakarta dengan nama Peter (nama bosnya Timur). Tentu saja Aggi bingung. Siapa ini? Darimana dia tau alamat Aggi? Sementara Aggi tidak punya teman bernama Peter di Bandung. Tapi setelah lama berpikir, Aggi sepertinya tau. Lewat Mba Anita dia bertanya adakah orang yang menghubunginya menanyakan alamat? Mba Anita menjawab Ya. Mba Anita menyarankan agar Aggi membaca buku itu di Amfiteater. Suasana di sana bagus untuk membaca buku. Huhuh. Ternyata itu pesnana Timur, dia akan datang ke Yogyakarta dengan cara yg berbeda. Kejutan! 

Mereka bertemu. Dari pertemuan pertama, kedua, ketiga, setiap sekali seminggu atau dua kali seminggu. Timur menawarkan cinta itu kembali pada Aggi. Timur menempuh Bandung-Yogyakarta setiap minggu. Datang pagi pulang malam. Begitu terus. Hanya demi menemui Aggi. Hingga akhirnya, Timur melamar Aggi. Hanya dengan 'menikah, yuk' tanpa sesuatu apa pun yang romantis. Dikatakan dengan ringan tanpa beban.  Aggi menolak. Meski begitu Timur tetap berusaha. Tetap menemui Aggi setiap minggu menempuh berjam jam perjlanan dengan kereta. (Manis sekali♥) 

Tapi dengan pola seperti itu Timur jatuh sakit. Dia kelelahan. Aggi datang ke Bandung menemuinya. Lalu Aggi meminta Timur menawarkan sekali lagi ajakan menikah itu, karena Aggi akan menjawab ya.

Mereka menikah.

Sejujurnya ngga sesederhana yang aku ceritakan si. Ceritanya masih panjang. Masih ada mantan Timur yang mencintainya. Masih  ada cerita-cerita Aggi dengan bermacam laki laki selama lima tahun berpisah dengan Timur.  Masih ada trik fotografi yg diselipkan dalam novel ini, dan itu keren banget. 

This is love flavour, strawberry^^ 

Thanks to iPusnas :)


1 komentar: